Di dunia ini siapa sih yang gak pernah
mengalami kesulitan hidup?? Yang kalah lomba di ujung final banyak, yang gak
lulus ujian ada, apalagi yang sedang patah hati ada jutaan bahkan milyaran
jumlahnya :D Yang gak punya uang bahkan ada yang memiliki hutang menumpuk gak
kehitung jumlahnya, yang terhina, yang terabaikan, yang gak punya orang tua,
yang tak juga bertemu jodohnya padahal sudah kebelet pengen nikah juga gak
sedikit jumlahnya, yang masuk panti jomblo berbulan bulan bahkan bertahun-tahun
tanpa ada yang membesuk malah sudah tak terhitung lagi.
Saya, kamu dan semua manusia di jagat raya ini
pernah sakit, pernah disakiti, pernah luka, pernah kalah, pernah gagal, pernah
dicurangin, pernah ditinggal seseorang yang disayang, pernah susah payah
berusaha membahagiakan orang tapi tak digubris, pernah naksir tapi ditolak,
pernah gak punya pekerjaan, pernah gak lulus, pernah kalah bertanding. Lalu,
apa karena semua permasalahan itu dunia menjadi kiamat?? Jelas enggak kan ya,
so what gitu loh !! J
Saya
tahu sang pemberi ujian adalah sang pemilik nama yang Maha Pengasih dan Maha
Penyayang, saya yakin kalau saya bisa menanamkan benih keimanan dengan kuat,
yakin kalau Dia tak pernah mendzalimi hamba-Nya serta tak pernah menyakiti apa
yang Dia ciptakan. Sekarang timbul masalah dan kerumitan hidup karena saya
sebagai ciptaan Dia yang begitu lemah telalu banyak kemauan. Maunya menang
sendiri, maunya gak disakiti, maunya bahagia bersama seorang yang sudah terpaut
di hati, padahal tersadar jika semua harapan tak selamanya semua harapan akan menjadi
kenyataan.
Yang
menjadi suatu permasalahannya adalah seberapa mampu saya menikmati kekalahan,
seberapa kuat saya bisa bersahabat dengan masalah?? Kalau timbul perasaan malu,
sakit, marah, kecil hati, kecewa dan menyakitkan itu suatu hal yang biasa. Tapi,
apa iya harus berhari-hari larut dalam kesedihan hanya karena ditinggalkan
seseorang yang disayang, sedang rencana Allah itu jauh lebih dahsyat daripada
rencana hamba-Nya.
Allah
ingin saya kuat ketika terluka, terutama kekuatan untuk mentertawai diri
sendiri, karena betapa cemennya saya saat terhempas dan rapuh selama ini. Padahal,
banyak sekali perubahan dalam hidup ini ketika saya merasakan terluka dan
gagal. Maka jika ternyata kekalahan dapat mendatangkan manfaat sebaik ini,
betapa keliru anggapan saya kalau Allah tidak sayang kepada saya
*Astaghfirullah* L Padahal pada hakikatnya dengan turunnya suatu
masalah dalam kehidupanku, itu berarti kasih sayang Allah kepadaku itu semakin
bertambah. Selain itu, dengan adanya masalah itu membuktikan kalau orang yang
gagal bukan berarti kalah , tapi dengan kegagalan itu lalu mau bangkit itulah
kemenangan yang sesungguhnya J
Saya tahu kalau Allah tidak suka dengan kesia-siaan,
dan rasanya waktu yang saya habiskan untuk sakit di hadapan luka adalah sebuah kesia-siaan.
Hidup hanya sementara guys, jangan habiskan waktumu untuk sesuatu hal yang tak
berguna bagi kemajuan hidupmu. Jangan sampai muncul penyesalan seperti diriku
saat ini J kalaupun kita gak punya apa apa lagi didunia
ini, so what gitu loh karena kita masih punya Allah J Tetaplah bersyukur selagi kamu masih bisa
bernafas dan diberi anggota tubuh yang masih lengkap J
Ayo terapkan
konsep ini, “ Saya + Allah = Cukup ”
Ayo apapun lukanya, seberapa pahit pun masa
lalunya, seberapa banyak pun kegagalannya, jika berani sakit, berani merasakan
sensasi kekalahan, berani malu, berani kecewa lalu berani bangkit adalah latihan
mental yang baik. Keberanian semacam itulah yang ternyata menjadi modal awal
untuk menjadi pemenang di kemudian hari J
Jadi
kawan, kita boleh kalah dalam lomba mengejar dunia, tetapi jangan mau kalah di
dalam mengejar akhirat” J
Karena hikmah hakiki tak selalu muncul di awal
pagi, pelangi tak muncul sebelum badai hujan, bintang tak akan terlihat tanpa
gelap, hidup ini hanya perlu dijalani dengan keikhlasan. Seberapa pun beratnya hidup
ini tak akan membunuh kita, seberapa pahitnya sebuah masa silam bukan alasan
tak mau memperbaikinya dan bangkit lagi. Kita hanya perlu berusaha sekeras
mungkin, berdoa sekhusyu’ mungkin lalu pasrah pada tangan-Nya yang telah
menuliskan takdir kita. Tangan yang menuliskan perintah sekaligus mengatur
segalanya jadi indah. Tangan yang menuliskan musibah dan kesulitan sebagai
sisipan bagi nikmat dan kemudahan. Tangan yang mencipta kita, dan pada-Nya jua
kita akan pulang :)
Apapun
penderitaannya, so what gitu loh !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar