Minggu, 23 November 2014

Tulisan Takdir-Nya


Di dunia ini siapa sih yang gak pernah mengalami kesulitan hidup?? Yang kalah lomba di ujung final banyak, yang gak lulus ujian ada, apalagi yang sedang patah hati ada jutaan bahkan milyaran jumlahnya :D Yang gak punya uang bahkan ada yang memiliki hutang menumpuk gak kehitung jumlahnya, yang terhina, yang terabaikan, yang gak punya orang tua, yang tak juga bertemu jodohnya padahal sudah kebelet pengen nikah juga gak sedikit jumlahnya, yang masuk panti jomblo berbulan bulan bahkan bertahun-tahun tanpa ada yang membesuk malah sudah tak terhitung lagi.
Saya, kamu dan semua manusia di jagat raya ini pernah sakit, pernah disakiti, pernah luka, pernah kalah, pernah gagal, pernah dicurangin, pernah ditinggal seseorang yang disayang, pernah susah payah berusaha membahagiakan orang tapi tak digubris, pernah naksir tapi ditolak, pernah gak punya pekerjaan, pernah gak lulus, pernah kalah bertanding. Lalu, apa karena semua permasalahan itu dunia menjadi kiamat?? Jelas enggak kan ya, so what gitu loh !! J

            Saya tahu sang pemberi ujian adalah sang pemilik nama yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, saya yakin kalau saya bisa menanamkan benih keimanan dengan kuat, yakin kalau Dia tak pernah mendzalimi hamba-Nya serta tak pernah menyakiti apa yang Dia ciptakan. Sekarang timbul masalah dan kerumitan hidup karena saya sebagai ciptaan Dia yang begitu lemah telalu banyak kemauan. Maunya menang sendiri, maunya gak disakiti, maunya bahagia bersama seorang yang sudah terpaut di hati, padahal tersadar jika semua harapan tak selamanya semua harapan akan menjadi kenyataan.
            Yang menjadi suatu permasalahannya adalah seberapa mampu saya menikmati kekalahan, seberapa kuat saya bisa bersahabat dengan masalah?? Kalau timbul perasaan malu, sakit, marah, kecil hati, kecewa dan menyakitkan itu suatu hal yang biasa. Tapi, apa iya harus berhari-hari larut dalam kesedihan hanya karena ditinggalkan seseorang yang disayang, sedang rencana Allah itu jauh lebih dahsyat daripada rencana hamba-Nya.
            Allah ingin saya kuat ketika terluka, terutama kekuatan untuk mentertawai diri sendiri, karena betapa cemennya saya saat terhempas dan rapuh selama ini. Padahal, banyak sekali perubahan dalam hidup ini ketika saya merasakan terluka dan gagal. Maka jika ternyata kekalahan dapat mendatangkan manfaat sebaik ini, betapa keliru anggapan saya kalau Allah tidak sayang kepada saya *Astaghfirullah* L Padahal pada hakikatnya dengan turunnya suatu masalah dalam kehidupanku, itu berarti kasih sayang Allah kepadaku itu semakin bertambah. Selain itu, dengan adanya masalah itu membuktikan kalau orang yang gagal bukan berarti kalah , tapi dengan kegagalan itu lalu mau bangkit itulah kemenangan yang sesungguhnya J
Saya tahu kalau Allah tidak suka dengan kesia-siaan, dan rasanya waktu yang saya habiskan untuk sakit di hadapan luka adalah sebuah kesia-siaan. Hidup hanya sementara guys, jangan habiskan waktumu untuk sesuatu hal yang tak berguna bagi kemajuan hidupmu. Jangan sampai muncul penyesalan seperti diriku saat ini J kalaupun kita gak punya apa apa lagi didunia ini, so what gitu loh karena kita masih punya Allah J Tetaplah bersyukur selagi kamu masih bisa bernafas dan diberi anggota tubuh yang masih lengkap J


Ayo terapkan konsep ini, “ Saya + Allah = Cukup ”

Ayo apapun lukanya, seberapa pahit pun masa lalunya, seberapa banyak pun kegagalannya, jika berani sakit, berani merasakan sensasi kekalahan, berani malu, berani kecewa lalu berani bangkit adalah latihan mental yang baik. Keberanian semacam itulah yang ternyata menjadi modal awal untuk menjadi pemenang di kemudian hari J

Jadi kawan, kita boleh kalah dalam lomba mengejar dunia, tetapi jangan mau kalah di dalam mengejar akhirat” J

Karena hikmah hakiki tak selalu muncul di awal pagi, pelangi tak muncul sebelum badai hujan, bintang tak akan terlihat tanpa gelap, hidup ini hanya perlu dijalani dengan keikhlasan. Seberapa pun beratnya hidup ini tak akan membunuh kita, seberapa pahitnya sebuah masa silam bukan alasan tak mau memperbaikinya dan bangkit lagi. Kita hanya perlu berusaha sekeras mungkin, berdoa sekhusyu’ mungkin lalu pasrah pada tangan-Nya yang telah menuliskan takdir kita. Tangan yang menuliskan perintah sekaligus mengatur segalanya jadi indah. Tangan yang menuliskan musibah dan kesulitan sebagai sisipan bagi nikmat dan kemudahan. Tangan yang mencipta kita, dan pada-Nya jua kita akan pulang :)
Apapun penderitaannya, so what gitu loh !!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar