Senin, 27 Oktober 2014

Cinta Tak Harus Pacaran



Di dalam diri manusia telah ditanamkan benih-benih cinta yang bisa tumbuh sewaktu-waktu ketika menemukan kecocokan jiwa. Islam tidak melarang adanya cinta, karena semua itu terjadi di luar kendali manusia.
Agama Islam juga tidak melarang seseorang untuk berkasih dan bercinta, karena hal ini merupakan naluri manusia. Namun, Islam menghendaki cinta yang menjaga kesucian dan ketulusan, sehingga ditetapkan pedoman yang harus ditaati agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan. Konsep islam mengatur hubungan antara sepasang remaja yang di mabuk cinta disunnahkan untuk segera menghalalkan hubungan mereka dengan cara menikah jika sudah siap untuk berumah tangga. Namun jika belum siap untuk menikah maka berpuasalah engkau untuk menahan hawa nafsumu.
Islam bukanlah agama yang tidak mengakui adanya cinta. Tapi cinta yang terlahir dalam islam itu adalah cinta yang tidak disertai dengan nafsu. Misalkan cinta seorang hamba pada Khaliq nya, cinta seorang umat kepada Rasulnya, cinta seorang anak kepada ke dua orang tuanya, dll. Sedangkan untuk cinta kepada lawan jenis biasanya itu merupakan cinta yang disertai dengan nafsu, nafsu ingin memiliki seutuhnya, nafsu ingin selalu bersama dan banyak lagi yang lainnya. Namun dalam konsep islam, cinta kepada lawan jenis benar dikala seorang telah terikat dalam sebuah ikatan suci pernikahan. Tapi sebelum ikatan itu terjadi, pada hakikatnya cinta itu pun tidak ada, yang ada hanyalah nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.
Sebab cinta dalam pandangan islam itu sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekadar diucapkan, digoreskan dalam sebuah kertas merah jambu dengan menggunakan tinta emas, atau janji lebay lewat SMS. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak. Dan ikrar itu pun tidak ditujukan kepada si wanita melainkan kepada ayah kandung si wanita, yang sesungguhnya ikrar yang diucapkan si lelaki tersebut merupakan sebuah pengakuan untuk mengambil alih tanggung jawab terhadap si wanita dari pundak sang ayah kandung ke pundaknya. Itulah cinta kepada lawan jenis menurut pandangan islam.
 Tapi kalau dilihat dari realita kehidupan remaja sekarang ini, cinta itu bukan lah sebuah tanggung jawab yang terikat dengan sebuah ikrar. Melainkan sebuah kebersamaan untuk berkencan  disebuah tempat romantis, berpagangan, peluk - pelukan atau bahkan ciuman tanpa ikatan yang sah. Saat ditanya “ Apakah kamu tak malu pada Allah? Apa kamu tak takut dosa?” dengan entengnya banyak dari mereka yang menjawab, “ Tdak lah, kita kan sudah berpacaran jadi ya melakukan hal seperti itu wajar.” Astaghfirullah sungguh setan telah berada pada pihak mereka yang berpacaran. Padahal islam telah mengatur hubungan antara laki - laki dan wanita. Hanya yang mempunyai ikatan suami istri saja yang boleh melakukan kontak - kontak yang mengarah pada birahi, seperti bersentuhan, berpegangan apalagi berciuman.
“ kalau gak punya pacar nanti dibilang gak laku dong?” sering saya mendengar ucapan itu. Jangan takut, jangan dengarkan omongan mereka. Justru kalian yang saat ini sedang sendiri dan lebih istiqomah untuk menjaga dan memperbaiki diri beruntung dan berbahagialah kalian karena setidaknya kalian bisa menjauhi dosa dari akibat-akibat pacaran. pacaran itu tak berguna, tak memiliki dampak apapun. Ingat, Pacaran hanya kesenangan sesaat yang berakibat fatal, pacaran juga mendekati zina.
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan ketentuan Allah, dimana manusia gak punya andil nentuin sama sekali, manusia hanya dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)."
Jadi buat kalian yang saat ini sedang istiqomah menjaga hati jangan khawatir, Allah sudah memiliki jodoh yang baik untuk kalian J
Saat ini pasti muncul sebuah pertanyaan besar, bagaimana sepasang calon suami -istri bisa saling mengenal kalau pacaran itu tidak ada? Tapi kalau pun pacaran itu dianggap sebagai  sarana untuk saling  melakukan penjajakan, perkenalan, ini bukanlah anggapan yang benar. Dalam islam ada sebuah proses yang dikenal dengan ta'aruf. Disinilah peranan keluarga sangat dibutuhkan. Proses ini jauh lebih objektif dari berpacaran. Karena pacaran itu pada umumnya selalu memperlihatkan hal - hal yang indah saja dan  berusaha menutupi yang jelek - jelek. Seorang wanita pasti akan dandan habis - habisan, bermake-up, mengenakan baju yang paling bagus, pakai parfum dan lain sebagainya saat akan menemui sang pacar, dan si lelaki pasti akan memilih tempat kencan yang indah, sebuah tempat yang dipenuhi dengan bunga - bunga dan dihiasi dengan cahaya lilin. Tapi apakah saat mereka menikah nanti itu semua akan tetap terlaksana?  Apakah si istri akan selalu berada dalam keadaan bermake-up dan memakai parfum saat bersama suaminya? Tentu tidak akan selamanya seperti itu. Tapi, jika saling mengenal melalui proses ta'aruf yang benar menurut islam, itu akan lebih alami.
SELAMAT PADA KALIAN YANG LEBIH MEMILIH MENJAGA HATI, KARENA JODOH KALIAN SUDAH SEMAKIN DEKAT. BERSABARLAH JODOH TERBAIK DARI ALLAH AKAN SEGERA MENJEMPUTMU. DIA SEDANG MEMPERBAIKI DIRI SAMA HALNYA DENGANMU SAAT INI.
. BAGI KALIAN YANG MEMILIKI PACAR, MUSIBAH SUDAH BERADA DI DEPAN MATAMU. AYO CEPAT PUTUSKAN PACARMU, LEBIH MENDEKATLAH PADA ALLAH AGAR KELAK KAMU DIBERI JODOH YANG TERBAIK SESUAI KEINGINANMU.
TETAP ISTIQOMAH MENJAGA HATI YA, TERUS BERUSAHA UNTUK MEMPERBAIKI DIRI JUGA YA UKHTI AKHI J

1 komentar:

  1. Yap betul sekali , insyaallah ukhti 😊, suka sekali dengan kata katanya

    BalasHapus