Minggu, 08 Februari 2015

Sisa Umur


Seperti yang diketahui bahwa kemarin lusa*6 Februari* jatah hidup saya di bumi ALLAH telah berkurang, istilah kerennya kemarin lusa adalah hari lahir saya, orang Sidoarjo bilang sih “birthday”. Setiap kali ulang tahun, saya selalu merenung “kemana sisa umurku ini akan kubawa?” karena tak lagi berguna apa yang telah berlalu karena waktu tak akan kembali, ya lebih penting memikirkan apa yang selanjutnya akan saya lakukan di sisa umur ini.
Bercermin pada kehidupan zaman sekarang dan kebetulan saya sedang berada di dalam akhir zaman ini, zaman dimana manusia tak punya lagi banyak waktu untuk ibadah, dengan alasan “duh, gak ada waktu” padahal ALLAH memberikan 24 jam itu sama rata ke semua orang, ke ustadz, ke si miskin dan ke si kaya, jadi siapa yang lambat dan siapa yang tak mampu mengisi waktu dengan kebaikan-kebaikan, sedang berseliweran di telinga saya “manusia yang paling baik adalah yang berguna bagi orang banyak” sedangkan saya? *merenung* :’(
Merenung untuk segala dosa dan khilaf di masa lalu, saya mohon ampunan kepada ALLAH dan maaf kepada-Nya , semoga disaat napas saya berhenti, saya telah mendapat ampunan dan maaf dari orang-orang yang pernah saya lukai hatinya “maafin saya ya semuanyaL
Merenung untuk mengisi waktu yang tersisa ini, untuk cita-cita besar di masa yang akan datang, bisa menjadi penulis yang muda bahkan lebih muda dari Dwita Sari, menjadi penulis best seller mengalahkan Andrea Hirata, menjadi Ibu bagi anak-anak pemulung, fakir, yatim, dhuafa dan anak anak yang menjadikan saya their shoulder to cry on, menjadi madrasah pertama dan terbaik bagi anak-anak yang lahir dari rahim saya, bisa pergi haji bersama orang tua dan suami saya kelak *sedangkan lulus sekolah aja belum, kuliah juga belum, menikah dan punya anak ya tentu masih jauh* , semoga diri ini di beri kekuatan dan kemudahan untuk menggapainya dan semoga saya mampu memantaskan diri untuk memperolah semua itu. 
Merenung untuk semua tindakan konyol dan ngaco di masa lalu, untuk segala kesombongan yang pernah melekat di jiwa saya, semoga bisa menjadi pelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi di waktu yang tersisa ini.
            Merenung untuk kebahagiaan, rahmat kasih sayang ALLAH yang begitu besar tak terkira, kehadiran Ibu,Ayah,Adik,Sahabat,Mas *tinggal bayangannya* serta kehadiran orang-orang yang begitu menyayangi saya, “special thanks untuk seseorang yang sudah rela menembus derasnya hujan dan pekatnya malam hanya demi memberikanku sebuah kejutan tak terduga dan merelakan sedikit waktunya untuk menemaniku di hari special, meskipun ujung-ujungnya dia harus mengukir kesedihan di hati ini.”, untuk kue dari seseorang yang special dan tumpeng dari keluarga, untuk beberapa kado yang telah saya terima. Ah Alhamdulillah yang tak terkira, terima kasih ALLAH, terima kasih telah menghadirkan segala cinta dan kebahagiaan dalam hidup saya. Meskipun kebahagiaan itu kini hanya tinggal kenangan dan berubah menjadi kesedihan yang cukup menyakitkan.
            Iya itulah hari specialku yang berjalan sangat tidak special bahkan begitu menyakitkan. Yang harus digaris bawahi dari bulan ini adalah bahwa kebahagiaan dan kesedihan letaknya sangat berdekatan bahkan berdampingan J *Ya namanya aja hidup Li susah senang ya harus tetap dijalani dengan sabar dan ikhlas.*
Hidup memang singkat dan terlalu singkat jika di isi dengan hal yang sia-sia, waktu tak akan akan berguna lagi ketika saya sibuk dengan urusan dunia, jadi ingat pesan guru ngaji saya “Li, ketika kita sibuk dengan urusan dunia maka ALLAH akan menyibukkan kita dengan hal yang sia-sia karena dunia hanyalah pijakan kita sesaat, sedangkan yang kekal hanyalah di akhirat.”  Astaghfirullah, takutnya jika ALLAH marah karena saya tak lagi mengejar akhirat, padahal janji ALLAH adalah “ketika saya mengejar akhirat maka dunia akan mengikuti” dan ALLAH tidak pernah ingkar janji bukan? J
Semoga di tahun ini dan tahun selanjutnya akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, yang sehat selalu, dilancarkan segala urusanku baik urusan dunia maupun akhirat dan selalu dalam lindungan-Nya . Aamiin J Tapi, inipun jika ALLAH masih menitipkan napas kepadaku, jika tak ada lagi, semoga kepulanganku membawa bekal yang pantas untuk menghadap sang ILLAHI RABBI, entah sampai kapan, esok? Ataukah lusa? Tapi yang pasti napas akan terhenti dan kematian akan menghampiri. *Ah bila tiba*
Umur memang terus berkurang dari hari ke hari, semoga di sisa waktu yang ada, kehidupan akan lebih baik dan bermakna bahkan dalam kehidupan setelah kematian sekali pun… 
Happy milad Laili “jadikan kebencian orang-orang sebagai motivasi untuk memperbaiki diri dan jadikan segala cinta dari orang-orang yang mencintaimu sebagai inspirasi untuk terus berbagi, karena hidup adalah siang dan malam, dan kita tidak bisa membuat semua orang suka dan mencintai kita bukan?”
Ah … waktu berjalan begitu cepat !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar