Seperti
yang diketahui bahwa kemarin lusa*6 Februari* jatah hidup saya di bumi ALLAH telah
berkurang, istilah kerennya kemarin lusa adalah hari lahir saya, orang Sidoarjo
bilang sih “birthday”. Setiap kali ulang tahun, saya selalu merenung “kemana
sisa umurku ini akan kubawa?” karena tak lagi berguna apa yang
telah berlalu karena waktu tak akan kembali, ya lebih penting memikirkan apa
yang selanjutnya akan saya lakukan di sisa umur ini.
Bercermin
pada kehidupan zaman sekarang dan kebetulan saya sedang berada di dalam akhir zaman
ini, zaman dimana manusia tak punya lagi banyak waktu untuk ibadah, dengan
alasan “duh,
gak ada waktu” padahal ALLAH memberikan 24 jam itu sama rata ke
semua orang, ke ustadz, ke si miskin dan ke si kaya, jadi siapa yang lambat dan
siapa yang tak mampu mengisi waktu dengan kebaikan-kebaikan, sedang
berseliweran di telinga saya “manusia yang paling baik adalah yang berguna
bagi orang banyak” sedangkan saya? *merenung* :’(
Merenung untuk segala dosa
dan khilaf di masa lalu, saya mohon ampunan kepada ALLAH dan maaf kepada-Nya ,
semoga disaat napas saya berhenti, saya telah mendapat ampunan dan maaf dari
orang-orang yang pernah saya lukai hatinya “maafin saya ya semuanyaL”
Merenung untuk mengisi waktu
yang tersisa ini, untuk cita-cita besar di masa yang akan datang, bisa menjadi
penulis yang muda bahkan lebih muda dari Dwita Sari, menjadi penulis best
seller mengalahkan Andrea Hirata, menjadi Ibu bagi anak-anak pemulung, fakir,
yatim, dhuafa dan anak anak yang menjadikan saya their shoulder to cry on, menjadi
madrasah pertama dan terbaik bagi anak-anak yang lahir dari rahim saya, bisa
pergi haji bersama orang tua dan suami saya kelak *sedangkan lulus sekolah aja
belum, kuliah juga belum, menikah dan punya anak ya tentu masih jauh* , semoga
diri ini di beri kekuatan dan kemudahan untuk menggapainya dan semoga saya
mampu memantaskan diri untuk memperolah semua itu.
Merenung untuk semua
tindakan konyol dan ngaco di masa lalu, untuk segala kesombongan yang pernah
melekat di jiwa saya, semoga bisa menjadi pelajaran untuk menjadi manusia yang
lebih baik lagi di waktu yang tersisa ini.
Merenung untuk kebahagiaan,
rahmat kasih sayang ALLAH yang begitu besar tak terkira, kehadiran
Ibu,Ayah,Adik,Sahabat,Mas *tinggal bayangannya* serta kehadiran orang-orang
yang begitu menyayangi saya, “special thanks untuk seseorang yang sudah rela
menembus derasnya hujan dan pekatnya malam hanya demi memberikanku sebuah
kejutan tak terduga dan merelakan sedikit waktunya untuk menemaniku di hari
special, meskipun ujung-ujungnya dia harus mengukir kesedihan di hati ini.”, untuk kue dari seseorang yang special dan tumpeng dari keluarga,
untuk beberapa kado yang telah saya terima. Ah Alhamdulillah yang tak terkira,
terima kasih ALLAH, terima kasih telah menghadirkan segala cinta dan
kebahagiaan dalam hidup saya. Meskipun kebahagiaan itu kini hanya tinggal
kenangan dan berubah menjadi kesedihan yang cukup menyakitkan.
Iya itulah
hari specialku yang berjalan sangat tidak special bahkan begitu menyakitkan.
Yang harus digaris bawahi dari bulan ini adalah bahwa kebahagiaan dan kesedihan
letaknya sangat berdekatan bahkan berdampingan J *Ya namanya aja hidup Li
susah senang ya harus tetap dijalani dengan sabar dan ikhlas.*
Hidup
memang singkat dan terlalu singkat jika di isi dengan hal yang sia-sia, waktu
tak akan akan berguna lagi ketika saya sibuk dengan urusan dunia, jadi ingat
pesan guru ngaji saya “Li, ketika kita sibuk dengan urusan dunia maka
ALLAH akan menyibukkan kita dengan hal yang sia-sia karena dunia hanyalah
pijakan kita sesaat, sedangkan yang kekal hanyalah di akhirat.”
Astaghfirullah, takutnya jika ALLAH marah karena saya tak lagi mengejar
akhirat, padahal janji ALLAH adalah “ketika saya mengejar akhirat maka dunia akan
mengikuti” dan ALLAH tidak pernah ingkar janji bukan? J
Semoga di tahun ini dan tahun selanjutnya akan
menjadi pribadi yang lebih baik lagi, yang sehat selalu, dilancarkan segala
urusanku baik urusan dunia maupun akhirat dan selalu dalam lindungan-Nya .
Aamiin J Tapi, inipun
jika ALLAH masih menitipkan napas kepadaku, jika tak ada lagi, semoga
kepulanganku membawa bekal yang pantas untuk menghadap sang ILLAHI RABBI, entah
sampai kapan, esok? Ataukah lusa? Tapi yang pasti napas akan terhenti dan
kematian akan menghampiri. *Ah bila tiba*
Umur memang terus berkurang dari hari ke hari,
semoga di sisa waktu yang ada, kehidupan akan lebih baik dan bermakna bahkan
dalam kehidupan setelah kematian sekali pun…
Happy
milad Laili “jadikan kebencian orang-orang sebagai motivasi untuk memperbaiki
diri dan jadikan segala cinta dari orang-orang yang mencintaimu sebagai
inspirasi untuk terus berbagi, karena hidup adalah siang dan malam, dan kita
tidak bisa membuat semua orang suka dan mencintai kita bukan?”
Ah …
waktu berjalan begitu cepat !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar